Kamis, 20 Desember 2012

Pengertian Gerak Peluru


Pengertian Gerak Peluru

Gerak peluru merupakan suatu jenis gerakan benda yang pada awalnya diberi kecepatan awal lalu menempuh lintasan yang arahnya sepenuhnya dipengaruhi oleh gravitasi.
Karena gerak peluru termasuk dalam pokok bahasan kinematika (ilmu fisika yang membahas tentang gerak benda tanpa mempersoalkan penyebabnya), maka pada pembahasan ini, Gaya sebagai penyebab gerakan benda diabaikan, demikian juga gaya gesekan udara yang menghambat gerak benda. Kita hanya meninjau gerakan benda tersebut setelah diberikan kecepatan awal dan bergerak dalam lintasan melengkung di mana hanya terdapat pengaruh gravitasi.
Mengapa dikatakan gerak peluru ? kata peluru yang dimaksudkan di sini hanya istilah, bukan peluru pistol, senapan atau senjata lainnya. Dinamakan gerak peluru karena mungkin jenis gerakan ini mirip gerakan peluru yang ditembakkan.


Jenis-jenis Gerak Parabola
Dalam kehidupan sehari-hari terdapat beberapa jenis gerak parabola.
Pertama, gerakan benda berbentuk parabola ketika diberikan kecepatan awal dengan sudut teta terhadap garis horisontal, sebagaimana tampak pada gambar di bawah. Dalam kehidupan sehari-hari terdapat banyak gerakan benda yang berbentuk demikian. Beberapa di antaranya adalah gerakan bola yang ditendang oleh pemain sepak bola, gerakan bola basket yang dilemparkan ke ke dalam keranjang, gerakan bola tenis, gerakan bola volly, gerakan lompat jauh dan gerakan peluru atau rudal yang ditembakan dari permukaan bumi.
http://www.crayonpedia.org/wiki/images/6/60/Gerak13g.jpg







Kedua, gerakan benda berbentuk parabola ketika diberikan kecepatan awal pada ketinggian tertentu dengan arah sejajar horisontal, sebagaimana tampak pada gambar di bawah. Beberapa contoh gerakan jenis ini yang kita temui dalam kehidupan sehari-hari, meliputi gerakan bom yang dijatuhkan dari pesawat atau benda yang dilemparkan ke bawah dari ketinggian tertentu.
http://www.crayonpedia.org/wiki/images/6/63/Gerak13h.jpg





Ketiga, gerakan benda berbentuk parabola ketika diberikan kecepatan awal dari ketinggian tertentu dengan sudut teta terhadap garis horisontal, sebagaimana tampak pada gambar di bawah.
http://www.crayonpedia.org/wiki/images/e/ee/Gerak13i.jpg






Menganalisis Gerak Parabola
Bagaimana kita menganalisis gerak peluru ? Eyang Galileo telah menunjukan jalan yang baik dan benar. Beliau menjelaskan bahwa gerak tersebut dapat dipahami dengan menganalisa komponen-komponen horisontal dan vertikal secara terpisah. Gerak peluru adalah gerak dua dimensi, di mana melibatkan sumbu horisontal dan vertikal. Jadi gerak parabola merupakan superposisi atau gabungan dari gerak horisontal dan vertikal. Kita sebut bidang gerak peluru sebagai bidang koordinat xy, dengan sumbu x horisontal dan sumbu y vertikal. Percepatan gravitasi hanya bekerja pada arah vertikal, gravitasi tidak mempengaruhi gerak benda pada arah horisontal.
Percepatan pada komponen x adalah nol (ingat bahwa gerak peluru hanya dipengaruhi oleh gaya gravitasi. Pada arah horisontal atau komponen x, gravitasi tidak bekerja). Percepatan pada komponen y atau arah vertikal bernilai tetap (g = gravitasi) dan bernilai negatif /-g (percepatan gravitasi pada gerak vertikal bernilai negatif, karena arah gravitasi selalu ke bawah alias ke pusat bumi).
Gerak horisontal (sumbu x) kita analisis dengan Gerak Lurus Beraturan, sedangkan Gerak Vertikal (sumbu y) dianalisis dengan Gerak Jatuh Bebas.
Untuk memudahkan kita dalam menganalisis gerak peluru, mari kita tulis kembali persamaan Gerak Lurus Beraturan (GLB) dan Gerak Jatuh Bebas (GJB).

Gerak ini terdiri dari dua jenis, yaitu:
http://www.crayonpedia.org/wiki/images/f/f9/Gerak13j.jpg

Catatan : gerak peluru selalu mempunyai kecepatan awal. Jika tidak ada kecepatan awal maka gerak benda tersebut bukan termasuk gerak peluru. Walaupun demikian, tidak berarti setiap gerakan yang mempunyai kecepatan awal termasuk gerak peluru.

              2. http://www.gurumuda.com/gerak-parabola#more-1637



Nilai Guna Kotoran Hewan


Nama     : Yopy Arista Kuding
NIM                : 41612010013
Teknik Industri Mercu Buana

Nilai Guna Kotoran Hewan

Kotoran Hewan Bisa Jadi Energi Alternatif
Bogor, CyberNews. Peneliti Institut Pertanian Bogor (IPB) berhasil menemukan energi alternatif yang terbarukan atau gas bio dari  limbah nata de coco yang dicampur dengan kotoran hewan.”Sebenarnya, jika industri mau bersusah sedikit saja limbah cair nata de coco dapat disulap menjadi energi terbarukan untuk keperluan sehari-hari. Bahkan bisa menggantikan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil di masa yang akan datang,” demikian diungkapkan humas IPB dalam siaran persnya kepada SM CyberNews.

Hal ini karena limbah nata de coco merupakan sumber bahan baku penghasil gas bio dan pupuk organik yang sangat potensial mengingat jumlah limbah yang dihasilkan cukup besar (10-20 persen dari total produksi).
Disebutkan, pemanfaatan limbah nata de coco sebagai energi alternatif yang terbarukan atau gas bio ini dikembangkan oleh mahasiswa S3 Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Institut Pertanian Bogor (IPB), Zaitun. Zaitun kemudian menuliskan hasil penelitiannya dalam disertasinya yang berjudul ‘Pengelolaan Limbah Industri Kecil Nata De Coco Melalui Teknologi Produksi Gas Bio dan Pemanfaatannya sebagai Pupuk Organik Cair’.
Menurut Zaitun, bahan baku pembuatan gas bio merupakan campuran limbah nata de coco dan kotoran sapi dengan 4 macam perlakuan yakni T1, T2, T3 dan T4. Formulasi T1 terdiri dari 75 persen nata de coco + 25 persen kotoran sapi.
“T2 terdiri dari 50 persen limbah nata de coco + 50 persen kotoran sapi. T3 tersusun atas 25 persen limbah nata de coco + 75 persen kotoran sapi. Sedangkan T4 berasal dari 100 persen kotoran sapi. Bahan baku tersebut diproses dalam pencerna anaerobic selama 30 hari,” jelas Zaitun.
Dijelaskan, sebenarnya dibanding kotoran sapi, kotoran babi, ayam dan kuda lebih baik, sebab rantai karbon-nya lebih banyak. Tetapi Zaitun kemudian memilih kotoran sapi, karena disekitar lokasi penelitiannya banyak dijumpai peternakan sapi dan sulit ditemui peternakan babi, ayam serta kuda.
“Manfaat lain yang diperoleh dari penggunaan kotoran sapi itu adalah mengurangi pencemaran lingkungan,” ujarnya.
Wanita kelahiran Pemantang Siantar, 12 Mei 1969 ini melakukan penelitian pendahuluan di Laboratorium Kimia dan Lingkungan, Departemen Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam IPB. Sementara percobaan pembuatan gas bio dan penerapan pemanfaatan limbah gas bio dilaksanakan di Desa Jabon Mekar, Parung, Bogor terhitung bulan Agustus 2001 hingga November 2003.
Gas bio hasil penelitian Zaitun merupakan campuran berbagai gas seperti gas metana, gas hidrokarbondioksida, gas dihidrogen sulfur, dan gas nitrogen dioksida. Kandungan gas metananya cukup tinggi, untuk T3 sebesar 82,97 persen dan T4 81,35 persen.
Gas bio yang dihasilkan dari perlakuan T3 dan T4 ternyata dapat dimanfaatkan untuk memasak dengan produksi gas bio sebesar 44,07 liter per hari pada T3 dan 49, 88 liter per hari T4. “Pemanfaatan gas bio untuk memasak 1 liter air hingga mendidih. Pada perlakuan T3 membutuhkan 30,1 liter gas bio selama 17 menit 23 detik. Adapun pada perlakuan T4 membutuhkan 36 liter gas bio selama 20 menit 47 detik,” ungkapnya.
Zaitun memperkirakan sehari sebuah industri nata de coco memasak air 125 liter, berarti dibutuhkan kurang lebih 10 unit pencerna anaerob. Sehingga bila dikonversikan sebuah industri membutuhkan 2000 liter limbah cair per hari.
Selain itu, setelah dianalisis limbah gas bio yakni berupa cairannya dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Limbah cair tadi diketahui mengandung berbagai unsur hara (N,P,K,Ca,Mg,S,C-organik, Fe, Mn, Cu, Zn, B) yang sangat dibutuhkan dalam pertumbuhan tanaman dan pHnya berkisar 5,36 -7,03.
Pemberian pupuk organik cair dapat meningkatkan produksi tanaman selada segar. Ditinjau sisi ekonomis pupuk cair hasil limbah gas bio perlakuan T3-lah yang paling menguntungkan dengan selang waktu penyiraman satu kali seminggu. “Karena mampu meningkatkan bobot segar tanaman menjadi 79,203 gram dibandingkan bobot segar tanaman yang diberi pupuk anorganik (TSP) hanya bisa menaikkan 8,95 gram,” ujarnya.
Dari segi kelayakan usaha, menurut Zaitun, pembuatan gas bio dan budidaya tanaman selada organik pada T3 (dengan selang waktu penyiraman pupuk organik cair satu kali seminggu) layak dilakukan.

Permintaan Dan Penawaran Rupiah


Nama    : Yopy Arista Kuding
NIM       :41612010013
Teknik Industri Mercu Buana

Permintaan Dan Penawaran Rupiah



Nilai tukar sebuah mata uang pada dasarnya merupakan harga dari mata uang tersebut, dinilai dengan mata uang lainnya. Seperti halnya penentuan harga komoditas dalam ekonomi, nilai tukar juga ditentukan oleh permintaan dan penawaran dari suatu mata uang tertentu.

Hukum yang berlaku untuk menentukan nilai tukar suatu mata uang juga sama dengan hukum ekonomi yang berlaku untuk menentukan harga suatu komoditas barang atau jasa tertentu.

Nilai tukar suatu mata uang akan mengalami perubahan apabila terjadi perubahan dari segi permintaan. Permintaan yang lebih besar untuk suatu mata uang akan mendorong nilai tukar menjadi lebih tinggi, dan demikian pula sebaliknya.

Kenaikan permintaan terhadap suatu mata uang biasanya didorong oleh rilis data ekonomi yang positif dari negara asal mata uang tersebut. Kenaikan permintaan juga dapat didorong oleh kenaikan suku bunga acuan di negara asal mata uang. Kondisi yang sebaliknya akan menurunkan permintaan mata uang.

Sementara itu faktor penawaran juga akan mempengaruhi nilai tukar suatu mata uang, sama dengan pengaruh perubahan penawaran terhadap harga komoditas. Pasokan yang lebih besar akan menurunkan nilai tukar suatu mata uang, dan pasokan yang lebih ketat akan meningkatkan nilai tukar mata uang.

Pasokan mata uang sebuah negara biasanya hanya dipengaruhi oleh kebijakan moneter di negara tersebut, sehingga jarang didorong oleh perilaku pasar. Pasokan mata uang akan mengalami kenaikan apabila suatu negara memberlakukan kebijakan moneter longgar, seperti pemberian stimulus. Sementara kebijakan moneter ketat akan menurunkan pasokan mata uang.

Akan tetapi dapat disimpulkan secara garis besar bahwa sisi permintaan memberikan pengaruh yang lebih besar terhadap pergerakan nilai tukar.

Sementara mengenai Rupiah, sejak awal Januari lalu nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tampak mengalami trend menguat yang sangat solid. Tercatat bahwa rupiah sempat menguat hingga mencapai level tertinggi sejak 2004 pada 11 Mei lalu.

Rupiah mengalami kenaikan signifikan seiring dengan maraknya dana asing yang masuk ke dalam portofolio dalam negeri. Sementara itu kenaikan mata uang di Asia juga tampak memberikan dukungan bagi pergerakan mata uang dalam negeri ini.

Rupiah pada 11 Januari 2011 mengalami pelemahan hingga ke level 9.008 per dolar AS. Level tersebut merupakan posisi paling rendah sejak bulan Juli 2010. Setelah itu rupiah tampak melesat bak roket.

Mata uang ini saat ini berada di level 8.500-an per dolar, dan telah bertahan cukup lama pada kisaran tersebut. Rupiah mengalami kenaikan signifikan setelah BI memutuskan untuk menahan BI rate pada posisi 6.75%.

Dengan ditahannya BI rate tersebut BI juga menyatakan bahwa kemungkinan BI rate ditingkatkan masih cukup terbuka, mengingat negara-negara Asia lain sudah mulai meningkatkan suku bunga acuan.

Tingkat inflasi dalam negeri yang terjaga dengan cukup baik juga meningkatkan minat para pelaku pasar terhadap mata uang lokal ini. Pada April lalu bahkan terjadi deflasi bulanan sebesar 0,31%.

Diperkirakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih akan berpotensi kembali menguat. Nilai tukar rupiah untuk saat ini masih akan ‘bermain’ di level 8.500-8.600 per dolar AS.

Pengertian Ekonomi Makro


Nama               : Yopy Arista Kuding
NIM                : 41612010013
Program Studi : Teknik Industri Mercu Buana

Pengertian  Ekonomi   Makro

Ekonomi makro merupakan bagian dari ilmu ekonomi yang mempelajari mekanisme bekerjanya perekonomian secara keseluruhan. Dengan demikian hubungan kausal yang dipelajari dalam ekonomi makro, pada intinya adalah hubungan antar variabel-variabel ekonomi agregatif (secara keseluruhan), seperti tingkat pendapatan nasional, tingkat kesempatan kerja, pengeluaran konsumsi rumah tangga, saving (tabungan), investasi nasional, tingkat bunga, jumlah uang yang beredar, neraca pembayaran, stok kapital nasional, utang pemerintah dan sebagainya.

Dengan mengetahui hubungan antara variabel-variabel tersebut, baik yang bersifat hubungan kausal (sebab akibat), misalnya hubungan antara jumlah uang yang beredar dengan laju inflasi, hubungan antara meningkatnya pengeluaran konsumsi pemerintah dengan menurunnya tingkat pengangguran dan sebagainya, maupun yang bersifat hubungan fungsional (saling mempengaruhi), misalnya hubungan antara pendapatan dengan pengeluaran konsumsi dan investasi, hubungan antara pendapatan dengan pengeluaran konsumsi dan tabungan, dan sebagainya. Secara matematis hubungan fungsional tersebut dapat dirumuskan sebagai berikut:
a. Y = C + I, dimana Y adalah pendapatan, C adalah konsumsi dan I adalah Investasi.
b. Y = C + S, dimana Y adalah pendapatan, C adalah konsumsi dan S adalah tabungan.

Oleh karena itu, dengan mempelajari ekonomi makro diharapkan kita menjadi lebih mampu untuk menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi dalam suatu perekonomian. Sehingga dalam ekonomi makro menjelaskan tentang hal-hal sebagai berikut:
a. Pentingnya segi permintaan dalam menentukan tingkat kegiatan dalam perekonomian.
b. Pentingnya kebijakan dan campur tangan pemerintah untuk mewujudkan prestasi kegiatan ekonomi pada tingkat yang dikehendaki.

Selanjutnya ruang lingkupnya menunjukkan bahwa teori ekonomi makro bertujuan untuk memberikan gambaran tentang bagaimana suatu perekonomian berfungsi dan dapat menjalankan kegiatannya.

Teori ekonomi makro bertitik tolak pada teori yang dikemukakan oleh ahli ekonomi Inggris yang bernama John Maynard Keynes, dalam bukunya yang berjudul The General Theory of Employment, Interest and Money, pada tahun 1936, yang secara garis besar dapat dibedakan menjadi 2 aspek, yaitu:
a. Kritik atas pandangan ahli ekonomi klasik mengenai faktor-faktor yang menentukan tingkat kegiatan ekonomi suatu negara.
b. Pengeluaran agregat, yaitu pembelanjaan masyarakat atas barang dan jasa menjadi faktor utama yang menentukan tingkat kegiatan ekonomi suatu negara.


Secara ringkas ruang lingkup yang dipelajari dalam ilmu ekonomi makro meliputi:
a. Penghitungan pendapatan nasional.
b. Keseimbangan pendapatan nasional dalam perekonomian dua sektor.
c. Keseimbangan pendapatan nasional dalam perekonomian tiga sektor.
d. Kebijakan fiskal dan sistem perpajakan.
e. Uang, Bank dan penciptaan uang.
f. Kebijakan moneter dan uang yang beredar.
g. Pasar uang dan pasar tenaga kerja.
h. Teori inflasi.
i. Perdagangan luar negeri, nilai valuta asing dan neraca pembayaran.
j. Perdagangan luar negeri dan tingkat keseimbangan pendapatan nasional.
k. Pertumbuhan ekonomi dan pembangunan ekonomi.

Sumber:
http://id.shvoong.com/social-sciences/economics/2173862-pengertian-ekonomi-makro/#ixzz2CZF31C5Q

TEORI PRODUKSI




Nama          : Yopy Arista Kuding
NIM            : 41612010013
Teknik Industri Mercu Buana

TEORI PRODUKSI
Produksi adalah usaha menciptakan dan meningkatkan kegunaan suatu barang untuk memenuhi kebutuhan. Kita ambl contoh sekarung tepung. Tepung merupakan bahan baku yang manfaatnya baru terasa bila telah diubah menjadi roti, usaha pembuatan tepung menjadi roti merupakan kegiatan produksi. Tapi, tidaklah mudah mengubah bahan baku mejadi barang siap konsumsi untuk dapat melakukan kegiatan produksi seorang produsen membutuhkan faktor-faktor produksi.
Faktor – Faktor Produksi
Factor-faktor produksi ada dua macam : 1. Faktor Produksi asli;
2. Faktor Produksi turunan;
· Faktor Prosuksi Asli antara lain sebagai berikut :
  1. Alam, alam berperan sebagai factor produksi dan berbagai hasila alam dan sumbangnnya bagi produski :
a. Tanah, tanah yang bagus untuk ditanami membawa keuntungan yang besar bagi petani. Bagi pengrajin gerabah, tanah yang liat bisa menjadi bahan baku yang untuk pembuatan gerabah.
b. Air, Banyak usaha produksi tergantung pada air. Tanpa kesediaan air bersih pabrik pengolahan air minum akan mati. Air laut berguna sebagai bahan pembuatan garam dan banyak lagi kegunaan air yang lain.
c. Udara. Kegunaan udara ini sangat banyak disamping untuk yang kita hirup juga berguna sebagai memutar kincr angina, selain itu udara mampu mempengaruhi iklim dan menunjang kesuburan tanah.
d. Sinar Matara Hari, ini sangat berguna bagi kehidupan selain digunakan sebagai pembangkit tenaga listrik dan tenaga surya sinar matahari dapat membantu kesuburan tanah, para petani dan pemilik perkebunan sangat membutuhkannya.
e. Rumbuh-tumbuhan. Mulai dari tumbuhan yang ada di belakang rumah hingga yang ada di kebun mempunyai peranan penting bagi produsen.
f. Hewan, Bagi petani hewan dapat digunakan sebagai pembajak sawah (sapi, kerbau) atau menarik kendaraan (kuda), dan juga hewan dapat dikonsumsi oleh manusia.
g. Barang Tambang. Berbagai barang tambang berguna sebagai bahan baku produksi, mulai dari minyak sebagai bahan baker, emas untuk perhiasan dn lain sebagainya.
  1. Tenaga Kerja. Tanpa adanya tenaga kerja, sumber daya alam yang tersedia tidak akan dapat dirubah menjadi barang hasil produksi.
a. Tenaga kerja menurut sifat kerja dapat dibagi atas tenaga kerja rohani dan tenaga kerja jasmani. Tenaga kerja rohani merupakan tenaga kerja yang menekankan kemampuan berfikir. Tenaga kerja jasmani merupakan tenaga kerja yang menekankan kemampuan fisik dalam proses produksi.
b. Tenaga kerja menurut kualitas dapat dibagi atas : 1). Tenaga kerja tidak terdidik dan terlatih, 2). Terdidik dan terlatih. 3). Terlatih.
Ø Tenag kerja tidak terdidik dan tidak terlatih tidak dibutuhkan pendidikan khusus untuk melakukan pekerjaan ini. Contoh Pesuruh, Pembantu, Kuli dll.
Ø Tenaga kerja terdidik dan terlatih, mereka memiliki keahlian dan pendidikan sesuai bidangnya. Semakin ahli semakin mahal harganya dan semakin sulit untuk dicari. Contoh : Pengacara, Dokter dll.
Ø Tenaga kerja terlatih, mereka memiliki keterampilan di bidangnya, tidak perlu pendidikan tinggi, contoh ; penjahit, pengemudi dll.

Reaksi Netralisasi



Reaksi Netralisasi


Reaksi netralisasi merupakan reaksi penetralan asam oleh basa dan menghasilkan air. Hasil air merupakan produk dari reaksi antara ion H+ pembawa sifat asam dengan ion hidroksida (OH-) pembawa sifat basa,
reaksi : H+ + OH- → H2O
Reaksi : HCl + NaOH → NaCl + H2O
Reaksi ion : H+ Cl- + Na+ OH- → Na+ Cl- + H+ OH-
Reaksi netralisasi yang lain ditunjukan oleh reaksi antara asam sulfat H2SO4 dengan calcium hidroksida Ca(OH)2, seperti dibawah ini :
Reaksi : H2SO4 + Ca(OH)2 → CaSO4 + 2 H2O
2 H+ SO42- + Ca2+ 2 OH- → Ca2+ SO42- + 2H+ 2 OH-

Jumat, 14 Desember 2012

Mengatasi Baterai HP Kembung

 Mengatasi Baterai HP Kembung

Anda pasti tahu apa itu baterai..? Anda juga pasti tahu bentuk baterai..? Wajar saja, pasti semua orang bahkan setiap orang mempunyai handphone, yang di dalamnya terdapat komponen utama yaitu baterai. Jika tak ada baterai, handphone pun tak akan bisa hidup atau di gunakan. Anda juga pasti tahu bentuk baterai yang kembung, dan tidak sedikit dari anda yang pernah mengalami baterai ... Selengkapnya 

http://www.pantonanews.com/2890-mengatasi-baterai-hp-kembung