Senin, 24 Desember 2012

Menggapai Sukses Hidup Dalam Pandangan Islam

menggapai sukses hidup dalam pandangan islam nabi saw mengajarkan kita untuk berdo'a dengan do'a," Robbana atina fiddunya hasanah wafil akhiroti hasanah waqina adzabannar,".yang artinya: "Wahai Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia,dan kebaikan di akhirat dan jagalah kami dari siksa api neraka".jadi sukses hidup dalam pandangan islam yaitu dapat menggapai fiddunya hasanah wafil akhiroti hasanah, keselamatan di dunia dan kebahagian (selamat di akhirat) dan dalam menggapai keselamatan di dunia tentunya dengan taat menjalankan perintah alloh dan berusaha menjauhi segala larangan-larangan alloh.tidak sedikit di jaman sekarang orang yang ingin meraih kebahagiaan di dunia dengan melakukan segala cara-cara yang di larang oleh hukum agama dan juga tidak di betulkan menurut hukum negara dan hukum adat. orang kebanyakan mengartikan kebahagian adalah dengan terbebasnya dari segala permasalahan dan ujian.itu adalah pemikiran yang salah karena dunia adalah tempat ujian dan cobaan, dan tempatnya kebahagian adalah ada dalam ujian dan cobaan,contonya saat kita menghadapi tes ujian di sekolah.dan ternyata hasil dari ujian itu kita dinyatakan berhasil lulus dan mendapat peringkat lagi dan rasa bahagia itu tak bisa di gambarkan dan tak bisa di bayar dengan materi,itu sebagai contoh kecilnya. dalam al-qu'an alloh berfirman yang artinya,"demi masa.sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh serta saling menasehati agar menaati kebenaran dan saling menasehati agar menetapi kesabaran."(Q.S Al-Ashr: 1-3) islam mengajarkan kepada kita dalam menggapai kebahagian (sukses hidup) didunia dan di akhirat sesuai dengan firman alloh dalam surat al-ashr 1-3 di atas bahwa "sesungguhnya manusia itu ada dalam kerugian kecuali orang yang beriman dan yang beramal saleh yang saling wasiatan atau saling menasehati dalam menaati kebenaran dan kesabaran." semoga kita di masukan kedalam golongan orang yang beriman dan yang beramal soleh yang saling menasehati dalam ketaatan kepada alloh swt. amin........

Kesuksesan Hidup Dalam Islam

KESUKSESAN HIDUP DALAM ISLAM Apa yang kamu ketahui tentang kesuksesan hidup menurut Islam? Sebelum membahas mengenai kesuksesan, hendaknya kita renungkan terlebih dahulu apa tujuan hidup manusia di dunia ini. Allah telah berfirman dalam surat Adz Dzariyat ayat 56 “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” ayat ini jelas menegaskan bahwa tujuan hidup manusia adalah untuk mengabdi/beribadah kepadaNya. Lalu bagaimana dengan sukses? Apa itu sukses? Setiap orang pasti memiliki definisi tersendiri mengenai kesuksesan. Begitupula kesuksesan hidup dalam Islam, seseorang dapat mendefinisikannya sesuai dengan pemahaman masing-masing. Namun menilik dari ayat di atas, kesuksesan hidup dalam Islam sudah jelas, yaitu saat kita berhasil meraih tujuan hidup kita untuk beribadah kepada Allah. Maka dari itu, sukses dalam Islam itu sendiri bermakna suatu proses yang berarti akan berlangsung terus menerus sepanjang hidup kita. Langkah nyatanya adalah dengan mengamalkan surat Al Ashr, “ Demi masa, sesungguhnya manusia itu kerugian, melainkan yang beriman dan yang beramal saleh, dan nasehat menasehati dalam kebenaran dan kesabaran.” Kita harus menggunakan kesempatan yang diberikan kepada kita dengan berusaha sebaik-baiknya untuk hidup di dunia, bekerja keras mengejar impian kita, melakukan segala pekerjaan dengan sungguh-sungguh, tanpa melupakan bahwa kita masih akan mempertanggungjawabkan segala amal perbuatan kita di akhirat nanti. Kita hendaknya tidak berlaku semena-mena dan meninggalkan ajaran agama dalam berkehidupan di dunia karena sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, hanya kesenangan yang menipu (QS. 57 : 20), main-main dan senda gurau belaka (QS. 6 : 32). Dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal (QS. 40 : 39) serta lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa (QS. 6 : 32). bagaimana cara menempuhnya? berusahalah agar hari ini lebih baik dari pada hari kemarin. buat time schedule harian dan life mapping agar hidup lebih mudah dan terarah. Akhirul kalam, berikut ini adalah sabda Rasulullah SAW tentang cara hidup seorang muslim yang harus dapat kita amalkan agar dapat hidup sukses dunia akhirat, “Berbuatlah untuk duniamu seakan-akan engkau akan hidup selama-lamanya dan berbuatlah untuk akhiratmu seakan-akan engkau akan mati esok hari”. barakallahu fikum..

Hidup Sukses Menurut Surat Al-Ashr

HIDUP SUKSES MENURUT SURAT AL-ASHR Pendahuluan Surat al-‘Ashr terdiri dari tiga ayat. Menurut Ibnu ‘Abbas, Abdullah bin Zubair, dan Jumhur Ulama, surat ini diturunkan di Mekah. Namun Mujahid, Qatadah, dan Muqatil berpendapat bahwa surat ini diturunkan di Madinah sesudah surat al-Insyirah. Teks surat sebagai berikut: “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat-menasehati supaya menaati kebenaran dan nasehat-menasehati supaya menetapi kesabaran.” Hidup Sukses Jika surat al-‘Ashr ini diamati secara seksama, maka akan kita temui rumusan konsep hidup manusia sukses di dunia dan di akhirat. Pada surat ini tergambar tentang problem kehidupan manusia yang tidak mampu memanfaatkan waktu dan kesempatan dengan seefektif mungkin; begitu juga semua karya mereka tidak dilandasi oleh motifasi iman; sehingga kehidupan mereka diklaim oleh Allah SWT sebagai kehidupan yang merugi (Khusr). Kerugian tersebut bisa berwujud dalam bentuk duniawi ataupun ukhrawi. Bentuk kerugian duniawi misalnya seseorang yang tidak dapat mempergunakan waktunya dengan baik, apalagi menyia-nyiakannya, maka kehidupan orang tersebut akan mengalami banyak kesulitan; dan akan tipislah tercapainya tujuan; atau besar kemungkinan cita-citanya gagal. Begitu pula halnya orang yang terlalu memusatkan perhatiannya terhadap materi duniawi, sementara ia melupakan kehidupan ukhrawi, kehidupan seperti inipun akan mendapatkan kerugian besar. Pada prinsipnya sejumlah harta yang dikumpulkan itu tidak ada manfaatnya--jika tidak digunakan dalam hal-hal yang positif karena ketika seseorang meninggal dunia maka seluruh harta itu akan ditinggalkan dengan begitu saja. Berdasarkan pertimbangan di atas, Allah SWT memberikan peringatan (tazkirah) yaitu diawalinya surat ini dalam bentuk qasam. Ia menggunakan muqsam bihnya dengan al-‘ashr; hal ini memberikan isyarat bahwa faktor waktu/kesempatan dan pemanfaatannya merupakan prasyarat penting yang akan mengantarkan manusia hidup sukses di dunia dan di akhirat. Allah SWT sangat sayang kepada hamba-Nya dengan memberikan jalan keluar dalam bentuk rumusan konsep hidup manusia sukses. Unsur Hidup Sukses Untuk terwujudnya hidup sukses menurut surat ini ada 4 unsur yang harus dipenuhi, dan kesemua unsur tersebut saling terkait, yaitu: 1. Iman yang mantap. Persyaratan utama untuk mengarungi kehidupan di dunia ini adalah adanya pembekalan iman yang mantap yang bersumber dari hati sanubari yang suci. Iman dalam artian membenarkan dengan hati, mengucapkan dengan lisan, dan merealisasikannya dalam bentuk perbuatan-perbuatan positif yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw yang tertuang di dalam Al-Qur'an dan sunnah Rasulullah. Dengan bekal iman, seseorang hanya menyembah kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa; dan dengannya akan muncullah pada pribadi orang tersebut adanya rasa persamaan, rasa solidaritas sosial yang tinggi, dan rasa penghargaan atas hak-hak asasi manusia (HAM) sesamanya. Sebab, pada hakikatnya, manusia tidak ada yang lebih tinggi, dan atau tidak ada yeng lebih hina kecuali orang-orang yang dimuliakan oleh Allah yaitu orang-orang yang bertakwa. Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. 49: 13 yang berbunyi: “...Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu...”. (QS. Al-Hujurat/49: 13). Di samping itu, iman merupakan dasar dan kunci serta barometer kehidupan; dari padanya terpencar segala aspek kebaikan. Oleh karena itu, Allah menyatakan di beberapa ayat Al-Qur'an tentang sesuatu perbuatan baru mempunyai nilai atau kwalitas, jika pelaksanaannya dilandasi oleh iman. Sebaliknya, jika perbuatan itu dilandasi oleh unsur kekufuran maka perbuatan tersebut tidak mempunyai nilai bagaikan abu yang ditiup angin keras (lihat QS. 14: 18) atau bagaikan fatamorgana “Dan orang-orang yang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun. Dan di dapatinya (ketetapan) Allah di sisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup dan Allah adalah sangat cepat perhitungan-Nya.” (QS. Al-Nur/24: 39). 2. Amal Saleh (Perbuatan atau karya nyata yang positif) Amal saleh merupakan manisfestasi dari iman yang terpancar dari jiwa seseorang; atau dengan perkataan lain amal saleh merupakan buah dari iman. Imanlah yang mendinamisasikan perbuatan seseorang yang dimotifisir oleh semangat lillahi ta’ala. Di samping itu , iman berfungsi sebagai pengendali gerak perbuatan seseorang sesuai dengan aturan main yang ditetapkan oleh Allah SWT. Sepanjang pengamatan penulis kata “amanu” sering berdampingan dengan kata “ ’amilu al-Shalihat”; hal ini memberikan isyarat bahwa iman tanpa disertai dengan amal, itu tidak akan bernilai apa-apa, dan sebaliknya, jika amal tanpa dilandasi oleh iman, maka amal tersebut tidak berdampak dan tidak bernilai di sisi Allah SWT. Adapun jumlah ayat-ayat yang menjelaskan tentang iman dan amal dan selalu berdampingan di antara keduanya, berkisar sekitar 49 ayat, antara lain: (1). Al-Baqarah: 25, 82, 277; (2) Ali-Imran: 57. (3)Al-Nisa: 121, 172 (4) Al-Maidah: 10, 96; (5) Al-A’raf: 41; (6) Yunus: 4, 9; (7) Hud: 23; (8) Al-Ra’d: 21; (9) Ibrahim: 23; (10). 3. Saling Berwasiat dalam Kebenaran Jika unsur yang pertama dan kedua terpencar dan dilaksanakan oleh masing-masing individu, maka unsur yang ketiga mengajarkan kepada setiap orang agar saling mengingatkan dan berpesan antar sesamanya dalam kebenaran. Saling isi-mengisi dan saling memberikan informasi dalam hal kebenaran itu tentunya disesuaikan dengan kondisi dan potensi yang ada pada masing-masing individu. Dengan cara ini akan terealisir rasa persatuan dan kesatuan serta semangat ukhuwah Islamiyah yang dilandasi oleh kebenaran. Namun, proses untuk menuju jalan kebenaran itu tidaklah mudah, di sana banyak liku-liku yang mesti dilalui antara lain: a. Kemampuan pengendalian diri dari masing-masing pihak bervariatif; b. Kondisi lingkungan, terkadang kurang kondusif; c. Adanya kesesatan dan kezaliman di masyarakat bersifat fluktuatif. d. Pemerintah yang berkuasa terkadang adil dan kebanyakan zalim. 4. Saling berwasiat dalam kesabaran Terwujudnya unsur kesatu, kedua dan ketiga sangat bergantung kepada kwalitas dan frekwensi ketabahan seseorang tersebut. Sebab, dalam kenyataannya banyak sekali ganjalan dan kendala menuju hidup sukses; baik yang berasal dari internal maupun yang datang dari eksternal. Apakah kendala itu berkait dengan masalah pribadi, atau berhubungan dengan problema masyarakat, bangsa dan negara; kesemuanya itu akan bisa dipecahkan jika dihadapi dengan penuh kesabaran dan ketabahan. Al-Qur'an telah menjelaskan secara umum bentuk-bentuk kendala dalam kehidupan. Misalnya: Firman Allah SWT QS. 2: 155, yang redaksinya: “Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar”. Di samping itu, Allah akan menyediakan balasan yang setimpal kepada orang yang sabar, misalnya firman Allah: “Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka (dengan) surga dan (pakaian) sutera” (QS. Al-Insan/76: 12) Menurut penelitian penulis, minimal ada 81 ayat yang mendorong orang untuk bersabar. Akan tetapi, sabar dan kesabaran itu bukan berarti pasif dan statis; akan tetapi, sabar itu diartikan sebagai upaya terakhir dari seseorang, setelah yang bersangkutan berusaha maksimal sesuai dengan potensi dan kemampuan yang tersedia; kemudian ia berani tampil untuk mengambil resiko sebagai langkah pertanggungjawabannya kepada Allah SWT. Penutup Nampaknya, surat Al-‘Ashr yang terdiri dari tiga ayat yang singkat dan padat ini memberikan gambaran secara umum konsepsi kehidupan manusia yang pada umumnya berada dalam kerugian. Namun, pada akhirnya Allah SWT memberikan pandangan tentang manusia yang sukses, yaitu orang yang beriman dan mengaktualisasikannya dalam bentuk amal nyata; serta saling berwasiat di antara sesamanya dengan kebenaran dan ketabahan. Konsep inilah yang akan menjamin manusia sukses dunia dan akhirat. Semoga Allah SWT selalu memberi kemampuan kepada kita semua agar tetap berada pada jalur manusia sukses di masa-masa mendatang, amin. Barakallahu li wa lakum, wallâhu a’lam.

Sabtu, 22 Desember 2012

Industri Kimia Plastik


PENDAHULUAN
1.1.      Sejarah Singkat
Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diperkirakan 5 % per tahun akan berdampak langsung terhadap peningkatan daya beli masyarakat terhadap barang-barang konsumsi yang menggunakan plastik. Selain itu penggunaan plastik sebagai bahan pengganti kaca dan logam khususnya di bidang kemasan dan komponen kendaraan bermotor serta alat-alat elektronik semakin meluas dari tahun ke tahun. Hal ini tidak dapat dipungkiri karena kecenderungan masyarakat untuk memperoleh sesuatu yang praktis dan ringan semakin besar.
Pada tahun 1990, konsumsi plastik di Indonesia diperkirakan sekitar 2,50 kg per kapita atau kira-kira satu per enam dari Negara Malaysia. Rendahnya konsumsi plastik ini merupakan pasar yang potensial bagi pemasaran plastik. Di samping itu, iklim ekonomi dan politis Indonesia yang stabil telah banyak menarik investor asing dari Negara Jepang, Korea dan Taiwan untuk merelokasi operasi usaha mereka ke Indonesia, khususnya di bidang industri elektronik yang banyak memerlukan tenaga kerja dan komponen plastik sehingga permintaan akan plastik akan meningkat.
Perkembangan industri kemasan di Indonesia telah mengalami tahap lanjut seiring dengan dimulainya industri kemasan plastik lembaran yang berproses bentangan dua arah berbasis polypropylene atau yang lebih dikenal dengan istilah biaxially oriented polypropylene (BOPP) pada tahun 1980-an. Penerapan inovasi teknologi BOPP ini memberikan jawaban atas kebutuhan kemasan yang memiliki sifat yang lebih unggul yaitu jauh lebih murah, tidak beracun, higienis, bersahabat dengan lingkungan dan berpenampilan yang tidak kalah menarik seperti cerah, mengkilat dan bening dibandingkan dengan kemasan yang berbasis plastik PVC, serat kayu (kertas dan selofin) atau logam (aluminium dan timah). Di samping itu lembaran BOPP juga memiliki daya pelindung yang handal terhadap perubahan cuaca dan suhu karena sifat kedap udara.
Lahimya industri lembaran plastik BOPP ini telah mendorong pergeseran yang berarti dalam pengemasan beragam produk‑produk barang konsumsi seperti rokok, makanan, minuman, bumbu penyedap, farmasi, kosmetik, kaset audio/video, pita perekat dan tinta printer, karena lembaran BOPP lebih menguntungkan bagi industri hilir dibandingkan dengan bahan kemasan lainnya. Indonesia bahkan memiliki keunggulan komparatif dalam industri lembaran BOPP dengan adanya dukungan kuat dari industri polypropylene dan propylene.
Industri kemasan lembaran BOPP adalah industri yang memiliki keterkaitan erat dengan industri barang‑barang konsumen sebagai industri pengguna. Sebagaimana dikenal, industri barang konsumen adalah salah satu industri yang mampu bertahan dalam situasi ekonomi resesi (bust). Sebaliknya di situasi ekonomi memulih (boom), industri barang konsumen juga yang pertama mengalami pemullhan. Dengan demikian, industri lembaran BOPP diperkirakan akan mengalami pertumbuhan pesat mengikuti karakteristik perkembangan industri penggunanya.


1.2.      Produk yang Dihasilkan
Produk utama yang dihasilkan industri plastik adalah kemasan plastik dan komponen, sebagai berikut:
1)            Kemasan plastik untuk industri:
*        Makanan dan minuman
*        Kosmetika dan farmasi
*        Pembersih rumah tangga
2)            Produk-produk plastik seperti komponen plastik untuk industri:
*        Kendaraan bermotor
*        Batu baterai dan aki
*        Listrik, elektronik dan komputer
*        Alat-alat listrik rumah tangga
*        Farmasi
3)            Sikat gigi
4)            Mould/cetakan-cetakan untuk proses pembuatan plastik, baik blow maupun injection
5)            Shrink film sebagai kemasan fleksibel
6)            Dekorasi printing untuk kemasan plastik, dekorasi hot stamping, serta fasilitas aplikasi shrink label dan stiker label untuk kemasan-kemasan plastik
7)            Plastic engineering
8)            Lembaran plastik (plastic sheet) untuk industri ”Vacuum Forming”. Lembaran plastik ini digunakan sebagai bahan baku dari industri ”Vacuum Forming”, dimana produk yang dihasilkannya berupa ”tray plastik”, tempat ”jelly”, gelas plastik dan sebagainya.
9)            Berbagai macam jenis lembaran PVC dengan berbagai macam spesifikasi. Berbagai macam ukuran lembaran PVC yang sering dipakai adalah dimensi (tebal, panjang dan lebar), tingkat kelembutan dan kekakuan, kelenturan, tingkat regangan, kekuatan permukaan (abrasive resistance) dan elastisitasnya. Penentuan ukuran yang dipakai adalah berbeda untuk setiap jenis - lembaran PVC, tergantung dari penggunaannya.
        10)     BOPP yang digunakan sebagai kertas kaca pengemas untuk bermacam‑macam barang        konsumen. 


PROSES PRODUKSI

2.1.      Bahan Baku
Bahan baku yang digunakan dalam proses produksi kemasan plastik selain daripada biji plastik adalah polypropylene (PP), polythelene (PE), poly vinyl chloride (PVC), polystyrene (PS), polycarbonate (PC), acrylonitrile butadiene styrene (ABS), dan lain-lain. Di Indonesia telah diproduksi bahan baku polystyrene (PS) dan poly vinyl chloride (PVC). Bahan baku lainnya dapat diperoleh secara impor melalui pemasok-pemasok di Jerman, Jepang dan Singapura.
Adapun bahan baku utama yang diperlukan dalam memproduksi lembaran PVC dan kulit imitasi adalah bubuk PVC dan DOP, Bahan pembantu lainnya yang diperlukan antara lain: stabilizer, pigmen, epoxy, impaci modifire, stearic acid. mentablen, irgaplast sylobloc, lem dan kain. Masing‑masing bahan pembantu ini mempunyai sifat yang berbeda yang membentuk sifat dah produk yang dihasilkan. Komposisi masing‑masing bahan baku utama dan bahan pembantu untuk masing‑masin jenis produk adalah berbeda, tergantung dari ketebalan dan spesifikasi produk yang diiginkan oleh pelanggan. Perusahaan memperoleh bahan baku utamanya melalui pembelian baik dari pemasok dalam negeri maupun impor. Pada operasional normal sehari‑hari, Perseroan membeli bahan baku dan bahan pembantu dari suplier lokal sebesar sekitar 70,00% dari total kebutuhan bahan baku dan bahan pembantu. Penentuan pembelian dari pemasok dalam negeri atau impor dilakukan atas dasar perbedaan harga, kuantitas yang diperlukan, jangka waktu yang diperlukan untuk pengiriman barang dan fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Sedangkan bahan baku utama yang dibutuhkan dalam proses produksi lembaran BOPP (film BOPP) dibagi menjadi tiga golongan, yaitu bahan baku utama untuk badan (inti) lembaran, yang disebut homopolimer (homopolymer), bahan baku pembantu untuk lapisan kulit luar (skin) lembaran plastik yang memberikan nilai tambah lembaran berupa corak dan karakteristik plastik yang disebut kopohmer (copolymer) dan bahan pembantu berupa zat-zat tambahan (additive agents atau master batch) yang berfungsi untuk mengubah sifat fisik dari plastik seperti zat anti kaku (antistatic), bening dan licin (superslip), dan tidak mudah membeku (anti block) dan atau wama.
Sebagaimana nama dari produk lembaran BOPP, homopolimer yang dipakai adalah bijih plastik polipropilin (polypropylene atau PP) yang merupakan 96% kandungan bahan baku yang dibutuhkan dalam pembuatan film BOPP. Dalam pengadaan bahan baku tersebut, sekitar 15% bahan baku utama diimpor dari Singapura   dan sisanya atau sekitar 85% diperoleh oleh pemasok lokal. Untuk bahan pembantu kopolimer dan zat-zat tambahan sebagai mana disebutkan di atas, 100% diimpor dari negara Jerman, Jepang, India, dan Belgia., Selain polipropilin yang diterima dari pemasok tersebut, Perseroan juga memperoleh bahan baku dari proses daur ulang atas produk-produk Perseroan yang gagal atau rusak (defect). Penggunaan bahan baku dan proses daur ulang tersebut memberikan kontribusi sekitar 5% dari jumlah bahan baku yang dibutuhkan. 

Kamis, 20 Desember 2012

Penemuan Elektron

Penemuan elektron
Ditulis oleh Yoshito Takeuchi pada 01-03-2008
Kemajuan yang sangat pesat dalam sains paruh pertama abad 20 ditandai dengan perkembangan paralel teori dan percobaan. Sungguh menakjubkan mengikuti perkembangan saintifik sebab kita dapat dengan jelas melihat dengan jelas berbagai lompatan perkembangan ini. Sungguh kemajuan dari penemuan elektron, sampai teori kuantum Planck, sampai penemuan inti atom Rutherford, teori Bohr, sampai dikenalkan teori mekanika kuantum merangsang kepuasan intelektual. Dalam kimia penemuan ide umum orbital dan konfigurasi elektron memiliki signifaksi khusus. Ide-ide ini dapat dianggap sebagai baik modernisasi dan pelengkapan teori atom.
2.1 Penemuan elektron
Menurut Dalton dan ilmuwan sebelumnya, atom tak terbagi, dan merupakan komponen mikroskopik utama materi. Jadi, tidak ada seorangpun ilmuwan sebelum abad 19 menganggap atom memiliki struktur, atau dengan kata lain, atom juga memiliki konponen yang lebih kecil. Keyakinan bahwa atom tak terbagi mulai goyah akibat perkembangan pengetahuan hubungan materi dan kelistrikan yang berkembang lebih lanjut. Anda dapat mempelajari perkembangan kronologis pemahaman hubungan antara materi dan listrik.
Tabel 2.1 Kemajuan pemahaman hubungan materi dan listrik.
Tahun
Peristiwa
1800
Penemuan baterai (Volta)
1807
isolasi Na dan Ca dengan elektrolisis (Davy)
1833
Penemuan hukum elektrolisis (Faraday)
1859
Penemuan sinar katoda (Plücker)
1874
Penamaan elektron (Stoney)
1887
Teori ionisasi (Arrhenius)
1895
Penemuan sinar-X (Röntgen)
1897
Bukti keberadaan elektron (Thomson)
1899
Penentuan e/m (Thomson)
1909-13
Percobaan tetes minyak (Millikan)
Faraday memberikan kontribusi yang sangat penting, ia menemukan bahwa jumlah zat yang dihasilkan di elektroda-elektroda saat elektrolisis (perubahan kimia ketika arus listrik melewat larutan elektrolit) sebanding dengan jumlah arus listrik. Ia juga menemukan di tahun 1833 bahwa jumlah listrik yang diperlukan untuk menghasilkan 1 mol zat di elektroda adalah tetap (96,500 C). Hubungan ini dirangkumkan sebagai hukum elektrolisis Faraday.
Faraday sendiri tidak bermaksud menggabungkan hukum ini dengan teori atom. Namun, kimiawan Irish George Johnstone Stoney (1826-1911) memiliki wawasan sehingga mengenali pentingnya hukum Faraday pada struktur materi; ia menyimpulkan bahwa terdapat satuan dasar dalam elektrolisis, dengan kata lain ada analog atom untuk kelistrikan. Ia memberi namaelektron pada satuan hipotetik ini.
Kemudian muncul penemuan menarik dari percobaan tabung vakum. Bila kation mengenai anoda bila diberikan beda potensial yang tinggi pada tekanan rendah (lebih rendah dari 10-2 – 10-4Torr)), gas dalam tabung, walaupun merupakan insulator, menjadi penghantar dan memancarkan cahaya. Bila vakumnya ditingkatkan, dindingnya mulai menjadi mengkilap, memancarkan cahaya fluoresensi (Gambar 2.1). Fisikawan Jerman Julius Plücker (1801-1868) berminat pada fenomena ini dan menginterpreatsinya sebagai beikut: beberapa partikel dipancarkan dari katoda. Ia memmebri nama sinar katoda pada partikel yang belum teridentifikasi ini (1859).
http://www.chem-is-try.org/wp-content/migrated_images/pengantar/pengantarkimia-terjemah_img_7.jpg
Torr adalah satuan tekanan yang sering digunakan untuk mendeskripsikan tingkat vakum. (1 Torr = 133, 3224 Pa)
Patikel yang belum teridentifikasi ini, setelah dipancarakan dari katoda, akan menuju dinding atbung atau anoda. Ditemukan bahwa partikel tersebut bermuatan karena lintasan geraknya akan dibelokkan bila medan magnet diberikan. Lebih lanjut, sifat cahaya tidak bergantung jenis logam yang digunakan dalam tabung katoda, maupun jenis gas dalam tabung pelucut ini. Fakta-fakta ini menyarankan kemungkinan bahwa partikel ini merupakan bahan dasar materi.
Fisikawan Inggris Joseph John Thomson (1856-1940) menunjukkan bahwa partikel ini bermuatan negatif. Ia lebih lanjut menentukan massa dan muatan partikel dengan memperkirakan efek medan magnet dan listrik pada gerakan partikel ini. Ia mendapatkan rasio massa dan muatannya. Untuk mendapatkan nilai absolutnya, salah satu dari dua tersebut harus ditentukan.
Fisikawan Amerika Robert Andrew Millikan (1868-1953) berhasil membuktikan dengan percobaan yang cerdas adanya partikel kelistrikan ini. Percobaan yang disebut dengan percobaan tetes minyak Millikan. Tetesan minyak dalam tabung jatuh akibat pengaruh gravitasi. Bila tetesan minyak memiliki muatan listrik, gerakannya dapat diatur dengan melawan gravitasi dengan berikan medan listrik. Gerakan gabungan ini dapat dianalisis dengan fisikan klasik. Millikan menunjukkan dengan percobaan ini bahwa muatan tetesan minyak selalu merupaka kelipatan 1,6×10-19 C. Fakta ini berujung pada nilai muatan elektron sebesar 1,6 x 10-19 C.
Rasio muatan/massa partikel bermuatan yang telah diketahui selama ini sekitar 1/1000 (C/g). Ratio yang didapatkan Thomson jauh lebih tinggnilai tersebut (nilai akurat yang diterima adalah 1,76 x108 C/g), dan penemuan ini tidak masuk dalam struktur pengetahuan yang ada saat itu. Partikel ini bukan sejenis ion atau molekul, tetapi harus diangap sebagai bagian atau fragmen atom.
Latihan 2.1 Perhitungan massa elektron.
Hitung massa elektron dengan menggunakan nilai yang didapat Millikan dan Thomson.
Jawab: Anda dapat memperoleh penyelesaian dengan mensubstitusikan nilai yang didapat Millikan pada hubungan: muatan/massa = 1,76 x 108 (C g-1). Maka, m = e/(1,76 x 108 C g-1) = 1,6 x 10-19 C/(1,76 x 108C g-1) = 9,1 x 10-28 g.
Muatan listrik yang dimiliki elektron (muatan listrik dasar) adalah salah satu konstanta universal dan sangat penting.
Latihan 2.2 Rasio massa elektron dan atom hidrogen.
Hitung rasio massa elektron dan atom hidrogen.
Jawab: Massa mH atom hidrogen atom adalah: mH = 1 g/6 x 1023 = 1,67 x 10-24g. Jadi, me : mH= 9,1 x 10-28g : 1,67 x10-24g = 1 : 1,83 x 103.
Sangat menakjubkan bahwa massa elektron sangat kecil. Bahkan atom yang paling ringanpun, hidrogen, sekitar 2000 kali lebih berat dari massa elektron.