Selasa, 02 Oktober 2012

Tugas Kimia.. (Yopy, Kamal, Sobari) (GAS IDEAL DAN GAS NYATA)


Ini tugas kelompok Kimia yang kami buat.. (GAS IDEAL DAN GAS NYATA)
1. Yopy Arista Kuding (41612010013)
2. Kamaludin (41612010016)
3. Ahmad Sobari (41612010018)


GAS IDEAL DAN GAS NYATA
a.persamaan keadaan van der Waals
Yang disebut dengan gas ideal adalah gas yang mengikuti hukum gas ideal (hukum Boyle dan hukum Charles). Gas nyata yang seringkali kita temui tidak jauh berbeda dengan hukum ideal yakni, semakin rendah tekanan gas pada temperatur tetap semakin kecil devisiasinya dari perilaku ideal. Alasannya adalah definisi temperatur absolut didasarkan asumsi bahwa volume gas real sangat kecil, dan ketika jarak antar molekul semakin kecil beberapa jenis interaksi antarmolekul akan muncul.
Fisikawan Belanda Johannes Diderik van der Waals (1837-1923) mengusulkan persamaan keadaan gas nyata, yang dinyatakan sebagai persamaan van der Waals.
[P + (n2a/V2)] (V – nb) = nRT
a dan b adalah nilai yang ditentukan secara eksperimen untuk setiap gas dan disebut dengan tetapan van der Waals. Nilai tetapan gas yang umum kita jumpai sehari-hari adalah sebagai berikut :
gas
a
(atm dm6 mol-2)
b
(atm dm6 mol-2)
He
0,0341
0,0237
Ne
0,2107
0,0171
H2
0,244
0,0266
NH3
4,17
0,0371
N2
1,39
0,0391
C2H
4,47
0,0571
CO2
3,59
0,0427
H2O
5,46
0,0305
CO
1,49
0,0399
Hg
8,09
0,0170
O2
1,36
0,0318

b. temperatur dan tekanan kritis
Temperatur kritis adalah bila gas yang tidak dapat dicairkan berapa besar tekanan diberikan bila gas berada diatas temperatur tertentu. Dan tekanan kritis yaitu tekanan yang diperlukan untuk mencairkan gas pada temperatur kritis, sedangkan wujud meteri pada temperatur dan tekanan kritis disebut keadaan kritis.
Temperatur dan tekanan kritis beberapa gas yang sering kita jumpai.
Gas
Temperatur
kritis (K)
Tekanan
kritis (K)
Gas
Temperatur
kritis (K)
Tekanan kritis (atm)
H2O
647,2
217,7
N2
126,1
33,5
HCl
224,4
81,6
NH3
405,6
111,5
O2
153,4
49,7
H2
33,3
12,8
Cl2
417
76,1
He
5,3
2,26

c. pencairan gas
diantara nilai-nilai koreksi tekanan dalam tetapan van der Waals oksigen, nitrogen dan gas lain memilki nilai pertengahan. Karena itu sebelum ditemukan tekanan dan temperatur kritis pencairan gas dianggap tidak bisa atau dianggap gas permanen. Dalam proses pencairan gas dalam skala industro, digunakan efek Joule-Thomson. Bila suatu gas dimasukkan dalam wadah yang terisolasi dengan cepat diberi tekan dengan menekan piston, energi kinetik piston yang bergerak akan meningkatkan energi kinetik molekul gas, menaikkan temperaturnya. Proses ini disebut dengan kompresi adiabatik. Kemudian yang disebut pengembangan adiabatik adalah bila gas kemudian dikembangkan dengan cepat melalui lubang kecil dan temperatur gas akan menurun.
Sumber :